SEKILAS INFO
  • 6 tahun yang lalu / “Barang siapa yang berwudhu untuk shalat, lalu ia menyempurnakan wudhunya, kemudian berjalan menuju shalat wajib dan ia melaksanakannya secara bersama-sama atau berjamaah atau di masjid, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosanya.” (HR Muslim).
  • 6 tahun yang lalu / “Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk” (QS. Al-Baqarah – 43)
  • 6 tahun yang lalu / “Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapatkan bahagian” (QS. Adz-Dzariyat: 19).
WAKTU :

Ketaatan adalah Karunia Allah Swt – Inti Sari No. 2-2018

Terbit 16 Januari 2018 | Oleh : attaqwa | Kategori :

Ketaatan adalah Karunia Allah Swt

Hari/Tanggal: Ahad, 14 Januari 2018                                            Inti Sari No. 2-2018

Pembimbing: Ustadz Zainuddin

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh

 

“Janganlah ketaatan kamu kepada Allah s.w.t menggembirakan kamu karena kamu melihat telah melaksanakannya, tetapi gembiralah karena melihat ketaatan itu datang dari Allah s.w.t kepada kamu. Ucapkanlah: “Dengan sebab kurnia Allah s.w.t kepada hamba-nya, maka dengan demikian itulah mereka patut bergembira, itu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”.

Syarah dari mutiara tersebut adalah bahwa janganlah kita merasa gembira atas perbuatan taat kita karena sudah melaksanakannya, tetapi kita harus bergembira atas perbuatan taat karena taufik dan hidayah dari Allah Swt. Kita harus menjauhkan sifat ujub dan merasa diri hebat.

 

Allah swt berfirman:

 يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ

 

Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS Yunus 57)

 

قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ

 Katakanlah: “Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”. (QS Yunus 58)

 

Ayat di atas mengajak kita menyadari bahwa diri kita tidak mempunyai daya dan upaya. Kita tidak menghasilkan apapun ibaratnya sebesar zarah, melainkan semuanya atas izin Allah Swt. Segala-galanya datang dari Allah Swt dan hanya Allah Swt saja yang menciptakan segala sesuatu, termasuklah amal kebaikan yang kita lakukan. Kita sendiri tidak mampu melakukan perbuatan baik itu. Kebaikan yang muncul dari kita adalah kurnia Allah Swt kepada kita. Amal kebaikan itu adalah rahmat dari Allah Swt bukan hasil usaha kita. Jadi, kita sepatutnya bergembira menerima rahmat-Nya tidak bergembira melihat diri kita berbuat kebaikan.

 

Aamin ya Robbal alamin.

Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarokatuh

 

Penyusun inti sari: Heru Komarudin

SebelumnyaFasilitas Mewah dan Istana di Surga - Inti Sari No. 1-2018 SesudahnyaKenali dan hilangkan najis untuk terpenuhinya syarat sah sholat - Inti Sari No. 3-2018

Tausiyah Lainnya