SEKILAS INFO
  • 4 tahun yang lalu / “Barang siapa yang berwudhu untuk shalat, lalu ia menyempurnakan wudhunya, kemudian berjalan menuju shalat wajib dan ia melaksanakannya secara bersama-sama atau berjamaah atau di masjid, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosanya.” (HR Muslim).
  • 4 tahun yang lalu / “Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk” (QS. Al-Baqarah – 43)
  • 4 tahun yang lalu / “Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapatkan bahagian” (QS. Adz-Dzariyat: 19).
WAKTU :

Allah Memberikan Kemudahan pada HambaNya yang bersungguh-sungguh

Terbit 22 April 2018 | Oleh : attaqwa | Kategori : Artikel
Allah Memberikan Kemudahan pada HambaNya yang bersungguh-sungguh

ـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱسۡتَعِينُواْ بِٱلصَّبۡرِ وَٱلصَّلَوٰةِ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّـٰبِرِينَ

“Hai orang-orang yang beriman ! Mohonlah pertolongan dengan sabar dan Salat; sesungguhnya, Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Q.S. 2 / Al Baqarah : 154).

Tepat bakdal Sholat Dhuhur tanggal 21 April 2018, di Mushola At-Taqwa terjadi perbincangan ringan, bermula dari sekedar menceritakan persiapan menjelang Ramadhan, kelengkapan mushola, dan cerita-cerita ringan lainnya. Tiba-tiba, Mas Pomo sekretaris DKM mengajak tiga orang senior (semacam senior citizen bagi Jamaah At-Taqwa) untuk ngariung sejenak, sebagai bagian dari bersilaturahmi antara pengurus DKM dan Jamaahnya.

Mas Pomo, meminta salah seorang senior bernama Pak Wanto dan lebih akrab dipanggil Abah oleh para Jamaah lainnya, untuk berkisah tentang perjalanan beliau dalam belajar membaca Al-Qur’an. Tak dinyana, beliau yang setiap lepas sholat Subuh senantiasa terlihat tahsin bersama jamaah lainnya ternyata saat ini usianya telah mencapai 71 Tahun, usia yang tidak muda lagi. Pertanyaan dibenak kita, apakah kemampuan/kebisaan beliau membaca Al-Qur’an tersebut sudah sejak kecil dimilikinya? Tidak, jawab beliau dengan sangat tegas.
“Saya baru belajar membaca Al-Qur’an 6 tahun yang lalu.” Artinya saat usianya sudah 65 tahun, saat itu sudah selesai masa pengabdian/berkarya beliau. Bagaimana mula bapak ingin bisa membaca Al Qur’an? sela salah seorang Jamaah.

Begini,..sambil menggeser tempat duduknya agar lebih dekat dengan jamaah lainnya dan membetulkan peci putihnya, Pak Wanto memulai kisahnya. Saya baru menjadi muslim pada tahun 1975 (berkisar 43 tahun yang lalu), namun sepanjang waktu itu sd dgn tahun 2012 hanya tiga surat dalam Al Quran yang saya hafal yakni : Al-Fatihah, Al-Ikhlas, dan An-Nas. Tiga surat tersebut sebagai modal saya menjalankan ibadah Sholat lima waktu. Dan hafalan itu, untuk jamaah ketahui ketiga surat tersebut saya hafalkan melalui tulisan latin bukan tulisan/huruf arab. Hafalan ini berjalan hingga 6 tahun yang lalu (Tahun 2012) saat saya sudah pensiun.

Kala itu, dalam hati kecil saya selalu ada dorongan dan panggilan bagaimana caranya saya bisa membaca Al-Quran, bagaimana cara saya bisa sholat lima waktu dan tepat waktu. Sebelum pindah di Yasmin ini, sebenarya tak jauh dari rumah lama saya ada masjid dan aktivitasnya DKM-nya pun cukup makmur. Bukannya saya tidak tergerak untuk belajar Al Qur’an di masjid tersebut, namun lagi-lagi dengan usia saya ini (kala itu sekitar 65 Tahun) tidak mudah menaklukan rasa segan bahkan sebenarnya lebih dominan malu. Malu tentang apa?, malu sudah seusia segini, jika diketahui tidak bisa membaca Al-Qur’an apalagi saya tinggal di daerah itu sudah cukup lama. Masyarakat kenal saya, saya sejujurnya tidak mengenal mereka satu-persatu, kenal wajah pasti, kenal nama dan latarbelakang itu yang tidak saya miliki.

Namun, keinginan yang begitu kuat untuk bisa belajar Al-Quran , Sholat Tepat waktu dan tentunya dengan munajat yang ikhlas serta tiada kenal henti kepada Allah SWT jualah yang ternyata yang memberikan jalannya. Dalam munajat saya : Ya Allah berikannlah hamba-Mu ini, kemudahan dalam belajar Al-Qur’an, tempat tinggal yang dekat dengan Masjid sehingga hamba-Mu ini senantiasi diberikan kekuatan dan kemudahan menjalankan kewajiban sholat lima waktu di masjid dan tepat waktu.

Alhamdulillah, Allah mengabulkan munajat hamba-Nya. Saya bersama istri memutuskan untuk pindah rumah (sebagai manifestasi dari hijrah), ke rumah yang akan memberikan kemudahan dalam belajar Al-Quran dan menjalankan sholat lima waktu. Pilihan jatuh di Yasmin ini.

Rumah di Yasmin ini, nampaknya menjadi tempat hijrah yang ideal. Dekat dengan Mushola (tidak sampai 5 menit berjalan kaki dari rumah), sehingga saya bisa datang di awal waktu, mengikuti jamaah sholat lima waktu insyallah bisa terpenuhi. Kedua, Qodarullah di Yasmin saya bisa mengenyampingkan perasaan malu manakala seusia ini belum mengenal Al-Quran. Dari sinilah saya bermula, mengikuti ajakan para jamaah yang saya lihat seusia saya tahsin setiap pagi selepas Sholat Subuh maupun Bada maghrib.

Alhamdulillah, puji syukur saya panjatkan ke hadlirat Ilahi, bapak-bapak Jamaah Mushola At-Taqwa dengan senyuman, keramahannya, membukakan kedua belah tangannya, dan hatinya menemani saya memulai belajar membaca Al-Quran. Saat itulah, mulai kedamaian dalam qolbu saya menyeruak perlahan-lahan, bak embun pagi membasahi muka saya, sejuk terasa, damai nian hati ini mulai menapaki belajar membaca Al-Quran. Saat ini, Alhamdulillah saya sudah lancar membaca Al Quran, bahkan untuk menambah hafalan saat ini tidak lagi nyaman jika membaca dari huruf latin, tulisan Al-Quran begitu indah dan memudahkan untuk dihafalkan. Terakhir, saya merasakan saat ini, jauh lebih tenang setelah bisa membaca Al-Quran dan berupaya mengikuti tahsin setiap pagi setelah sholat Subuh dan Maghrib di Mushola.

Tak terasa,…ternyata hampir satu jam Pak Wanto, berkisah tentang perjalanan bagaiaman beliau membaca Al-Qur’an. Semoga kisah ini mengispirasi bapak-ibu para jamaah dan warga Yasmin selalu tidak berkecil hati, tidak berputus asa dalam belajar membaca Al-Quran. Semoga, kawan-kawan jamaah yang lain, tidak perlu berputus asa belajar Al-Quran. Tidak ada hambatan dalam belajar Al-Qur’an, jika kita sungguh-sungguh, jika kita bermunajat kepada Allah dengan ikhlas, Allah pasti beri jalan. Silahkan bagi para jamaah yang akan belajar membaca Al-Quran pintu selalu terbuka, saya melihat kesungguhan pengurus DKM membantu untuk menjadi sarana belajar membaca Al-Quran.

disarikan oleh : tri joko

SebelumnyaTutorial Instalasi Aplikasi Attaqwa

Berita Lainnya

0 Komentar